DPRA Sesalkan Pengalihan Dana BRA ke Rekening Pribadi

Posted on Juni 24, 2008. Filed under: Monitor Korupsi ! |

 


 

Banda Aceh, (Analisa)

Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menyayangkan dan menyesalkan sikap Badan Reintegrasi-Damai Aceh (BRA) Kabupaten Aceh Selatan, yang diduga mengendapkan dana reintegrasi untuk bantuan diyat bagi ahli waris korban konflik serta rumah rusak/terbakar tahap I dan II, yang dialihkan dari rekening giro BRA ke rekening pribadi atas nama Aka Muliadi senilai Rp4 miliar.
Dari jumlah itu, Rp2,668 miliar telah disalurkan dan sisanya Rp1,332 miliar masih mengendap di rekening yang bersangkutan.

“Sangat kita sayangkan kalau pengendapan itu terjadi, karena dana diyat itu sangat dibutuhkan oleh ahli waris korban konflik saat ini,” ujar anggota DPRA, Almanar SH kepada Analisa di Banda Aceh, Senin (7/3).

Anggota dewan yang berasal dari Daerah Pemilihan (DP) VIII meliputi Aceh Selatan, Aceh Barat Daya dan Simeulue ini menyebutkan, kalau dana itu cepat-cepat disalurkan oleh BRA setempat kepada mereka yang berhak menerimanya, tentu akan sangat bermanfaat karena para korban bisa terbantu meringankan penderitaannya.

Ia juga meminta kepada Bupati Aceh Selatan untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut, sebelum kepercayaan masyarakat hilang kepada BRA yang berkewajiban menuntaskan persoalan reintegrasi.

“Pertama, kita minta bupati setempat agar segera menyikapi hal ini, dengan mencari tahu dan menyelesaikan adanya dugaan pengendapan dana BRA yang telah dialihkan ke rekening pribadi,” katanya.

Setelah itu, lanjut Almanar, jika duduk perkaranya sudah jelas, maka dana itu harus segera disalurkan agar orang-orang yang setelah sekian lama teraniaya akibat konflik, tidak lagi terzalimi karena penyaluran dana diyat bagi mereka tertahan.

“Sejauh ini kita belum meminta pengusutan yang terlalu jauh, yang penting dana itu jelas dulu dimana sekarang,” ujar anggota dewan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) ini.

Sebelumnya, Ketua BRA Aceh Selatan, Masluyuddin SE secara tegas menyatakan, pihaknya tidak pernah mengendapkan dana bantuan diyat tahun 2007 untuk ahli waris korban konflik serta rumah rusak/terbakar. Namun uang tersebut hanya dititipkan sementara ke rekening bendahara BRA atas nama Aka Mulyadi SSi, sebagai upaya untuk mempermudah penyaluran kepada penerima manfaat, karena tidak semua penerima manfaat memiliki rekening.

Tidak Logis

Namun, Koordinator Badan Pekerja Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Akhiruddin Mahjuddin, dalam siaran persnya yang dikirimkan kepada Analisa menyatakan, pernyataan Ketua BRA Aceh Selatan, Masluyuddin tentang penitipan sementara dana bantuan diyat tahun 2007 di rekening bendahara BRA, merupakan alasan yang tidak logis dan tidak bisa diterima.

Karena tindakan mengalihkan dana publik atau negara ke rekening pribadi bertentangan dengan hukum.

Kebijakan itu jelas bertentangan dengan UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Selain bertentangan dengan undang-undang yang berlaku, pengalihan dana publik ke rekening pribadi adalah tindakan penyimpangan yang nyata berpotensi mengakibatkan kerugian negara.

Tindakan Ketua BRA Aceh Selatan itu jelas telah melanggar UU No. 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam Pasal 15 yang berbunyi, setiap orang yang melakukan percobaan, pembantuan, atau pemukatan jahat untuk melakukan korupsi, dipidana dengan pidana yang sama sebagimana dimaksud Pasal 2, Pasal 3, Pasal 5, sampai Pasal 14.

“Jadi, tindakan pengalihan dana reintegrasi itu jelas merupakan tindakan percobaan untuk melakukan tindak pidana korupsi,” ujar Akhiruddin Mahjuddin yang selama ini banyak membongkar kasus-kasus dugaan korupsi di Aceh.

Koordinator GeRAK Aceh itu juga mendesak pihak kepolisian dan kejaksaan agar serius mengusut tuntas kasus dugaan korupsi baik di tubuh BRA Pusat dan di sejumlah daerah.

“Kita mendesak kepada Polda Aceh, agar tidak hanya berfokus pada kasus di BRA Aceh Selatan, namun juga berbagai kasus yang melilit di BRA Pusat menyangkut indikasi kerugian negara dalam penggunaan anggaran sebesar Rp1,2 miliar yang digunakan tidak sesuai dengan peruntukan atau tidak terdapat dalam DIPA BRA,” ujarnya.(mhd)

Sumber : Analisa
Selasa, 8 April 2008

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: