Korupsi Dana Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Mengerikan

Posted on Juni 24, 2008. Filed under: Monitor Korupsi ! |

“BPKP kan sudah membuat laporan indikasi penyelewengan. Jadi tinggal diseriusi saja, periksa dan adili pelakunya, sebab jika benar terjadi, korupsi dana BRA saya katagorikan sebagai kondisi yang sangat mengerikan! Saya tak habis pikir, pada akhirnya BRA juga bermasalah,” kata Saifuddin Bantasyam SH MA kepada Waspada dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (4/4).

Sosiolog dari Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala ini mengatagorikan kasus dugaan korupsi di Badan Reintegrasi Damai Aceh (BRA) sebagai kondisi yang mengerikan. Dia berharap penegak hukum segera menuntaskan kasus itu.

Menurut dia, kondisi itu pertaruhannya besar, yaitu perdamaian. “Pasti akan banyak yang sakit hati melihat dana korban konflik dan untuk mendukung perdamaian pun ternyata dikorup!” terang Saifuddin.

Dosen Unsyiah ini mengingatkan kembali kepada kisruh pembagian dana diyat atau program bantuan untuk kaum dhuafa, serta kekacauan dalam program bantuan perumahan untuk korban gempa dan tsunami.

Di samping itu, tambah aktivis kemanusiaan ini, juga mengingatkan pada keluhan-keluhan dari korban konflik dan mantan GAM/TNA pada tahun 2006, serta kekacauan manajemen BRA pada masa-masa awal pendirian BRA. Semestinya, kata Saifuddin, semua keadaan itu menjadi pelajaran penting, dan segenap energi harus dikerahkan untuk membuat BRA tidak lagi bermasalah.

“Ternyata sekarang mulai tercium bau tak sedap, mulai dari salah sasaran, implementasi program padahal dana belum turun, sampai pengendapan uang di rekening pribadi! Jadi, saya kecewa sekali, kok ada oknum-oknum yang mengeruk keuntungan dengan cara melawan hukum melalui dana BRA!” ungkap dia.

Guna mencegah kerugian lebih lanjut, maka indikasi korupsi dana BRA itu perlu segera dituntaskan. “Jadikan laporan BPKP sebagai jalan masuk. Masyarakat korban konflik atau eks GAM yang merasa dirugikan sebaiknya juga segera mengadukan kasusnya kepada polisi. Tidak boleh ada pembiaran sedikit pun kepada tindakan korupsi dana perdamaian,” tambah Saifuddin.

Dengan puluhan kasus korupsi yang disidik pihak berwenang, Saifuddin menekankan kembali disiplin penggunaan anggaran negara, termasuk anggaran BRA. Dalam konteks itu, dia kembali menyarankan pentingnya reformasi anggaran, tidak hanya dalam hal keseimbangan alokasi operasional pemerintahan dengan dana untuk pembangunan, tetapi juga untuk istiqamah terus menerus terhadap prinsip akuntabel, transparan, efektif dan efisien.

“Jika birokrasi atau pemegang amanah dana publik lainnya lari dari empat prinsip di atas, maka sekaya apapun Aceh, tetap hanya segelintir orang yang mereguk hasilnya, sedangkan rakyat banyak akan terus terlunta dan menderita. Dulu konflik disalahkan, sekarang sudah damai, dulu Jakarta dianggap tidak becus, sekarang korupsi malah menyebar di daerah. Jika demikian, maka perlu diwaspadai desentralisasi korupsi!” tutur Saifuddin dengan nada prihatin. (b05) (ags)

(Waspada, 07/04/08)

-Humas BPKP NAD-

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: