Lebih 1.000 Pelanggar HAM Tinggal di AS

Posted on Juni 24, 2008. Filed under: Hak Azasi Manusia |

Lebih dari 1.000 pelanggar hak asasi manusia (HAM) dari 85 negara saat ini tinggal di Amerika Serikat (AS). Pihak berwenang AS tengah menyelidiki keberadaan orang-orang tersebut.

Hal itu dikatakan oleh pejabat keamanan dalam negeri AS Marcy Forman di hadapan parlemen AS, Kamis (15/11). Menurut dia, lebih dari 140 penyelidikan sedang dilakukan dan Departemen Keamanan Dalam Negeri sedang memburu lebih dari 800 pelanggar HAM lainnya.

Sejak 2003, lebih dari 100 orang ditangkap di AS karena dituding sebagai pelanggar HAM di negara masing-masing. Selain itu, sebanyak 238 orang asing yang melanggar HAM dan dituding sebagai penjahat perang telah diajukan ke pengadilan. Sebagian besar orang-orang itu diajukan ke pengadilan di negara mereka.

Departemen Kehakiman AS mengatakan pada suatu kasus hakim memerintahkan agar seorang pria Ukraina berusia 87 tahun dideportasi. Dia dituduh terlibat dalam perusakan tempat ibadah Yahudi di Lviv, Ukraina, selama Perang Dunia II. Deportasi itu dilakukan setelah persidangan kasus tersebut berjalan selama empat tahun.

Kasus lainnya adalah yang melibatkan Marko Boskic. Dia dituduh terlibat dalam pembantaian warga sipil di Srebrenica, Bosnia, pada 1996. Dia tidak dapat dideportasi ke Bosnia sampai menyelesaikan masa tahanan lima tahun di penjara AS. Hukuman itu dijatuhkan atas pelanggaran visa AS.

Menurut Forman, kasus-kasus yang saat ini sedang diselidiki departemennya fokus pada orang-orang yang diyakini terlibat pelanggaran HAM di Amerika Selatan dan Tengah, Balkan, dan Afrika.

Seorang dokter dari El Salvador, Juan Romogoza Arce, yang disiksa pada 1980-an di negaranya, mengatakan tidak semua tersangka diselidiki oleh aparat AS. Pada 2002, Arce yang kini tinggal di AS menang di pengadilan dalam kasus penyiksaan terhadap dirinya.

“Walau sudah banyak bukti yang disampaikan oleh pembela saya, bukti kalau para jenderal di El Salvador menyiksa saya, saat ini ada dua jenderal yang masih tinggal di AS,” katanya.

“Mereka tidak lari. Mereka juga tidak menghadapi tuntutan pengadilan. Bahkan, mereka tidak terancam dideportasi ke El Salvador. Mereka tinggal secara legal di AS dan hidup nyaman,” ujar Arce. [AFP/O-1]

Sumber: Suara Pembaruan , 17 Nopember 2007 – http://www.suarapembaruan.com/News/2007/11/16/Internas/int03.htm

 

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: