Ahli PBB Desak AS Hindari Pembunuhan Melanggar Hukum

Posted on Juli 2, 2008. Filed under: Hak Azasi Manusia |

1 Juli 2008 | 16:33 WIB

PBB, New York ( Berita ) :  Ahli hak asasi manusia PBB Philip Alston, Senin, menyeru Amerika Serikat agar melakukan tindakan mendesak guna meningkatkan sistem keadilan militernya dan menjamin bahwa hukuman mati dilaksanakan secara adil dan jujur di negara bagian seperti Alabama dan Teksas.

Alston, pelapor khusus mengenai pengadilan tambahan, hukuman mati yang cepat atau penghukuman mati sewenang-wenang, baru saja menyelesaikan kunjungan resmi ke Amerika Serikat. Selama kunjungan tersebut ia bertemu dengan para pejabat negara bagian dan federal, hakim dan kelompok masyarakat sipil di Washington, New York, Alabama dan Teksas.

Dalam pernyataan awal setelah kunjungan tersebut, Alston menyatakan sekarang telah diakui banyak pihak bahwa rakyat tak yang berdosa tampaknya telah dihukum mati pada waktu lalu, dan ia mengeritik cara pemerintah di Alabam dan Teksas telah menanggapi kenyataan itu.

“Ketika kita berbicara mengenai satu situasi tatkala rakyat yang tak berdosa barangkali telah dihukum mati, anda akan menduga ada rasa mendesak yang lebih besar mengenai pembaruan sistem keadilan pidana,” kata Alston.

Alston menyarankan pertimbangan kembali harus diberikan terhadap sistem pemilihan hakim di kedua negara bagian tersebut, bahwa kekurangan parah dalam hak untuk berkonsultasi bagi terdakwa ditangani, dan masing-masing negara bagian menerapkan penyelidikan sistematis mengenai kekurangan dalam sistem keadilan pidananya.

Ia juga menyeru Kongres AS agar memberlakukan peraturan yang akan mengizinkan pengadilan federal mengkaji semua masalah di dalam kasus hukuman mati yang dipertimbangkan di negara bagian dan federal

Alston dengan tajam mengeritik Teksas karena gagal mengkaji kasus warganegara asing yang telah dijatuhi hukuman mati dan telah dilucuti hak mereka untuk memperoleh bantuan konsuler dari negara asal mereka.

Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat sudah secara resmi mengakui bahwa ada kewajiban hukum untuk mengkaji semua kasus itu tapi Teksas belum berbuat apa-apa.

“Akan sangat mudah bagi Teksas untuk mengikuti hukum dalam kasus ini, tapi sejauh ini negara bagian itu telah menolak untuk berbuat demikian tanpa alasan kecuali bahwa negara bagian tersebut dapat membangkang terhadap pemerintah federal dan hukum internasional,” katanya. 

Sehubungan dengan tahanan di Teluk Guantanamo, Alston menyeru pemerintah agar menyiarkan hasil penyelidikan dan otopsi mengenai lima tahanan yang tewas pada 2006 dan 2007.

Ia mengutuk kegagalan yang tak kunjung padam untuk menyediakan jaminan pengadilan yang adil dalam proses terhadap enam “petempur musuh asing” dan menyimpulkan setiap hukuman mati yang diberlakukan atas dasar pengadilan seperti itu jelas akan menjadi pelanggaran terhadap hukum internasional.

Alston juga menyeru pemerintah agar menyiarkan keterangan mengenai korban jiwa sipil dalam berbagai operasinya di Afghanistan dan Irak dan memungkinkan warganegara AS, serta Afghanistan dan Irak, untuk mengikuti cara kerja sistem keadilan militer.

Meskipun sebagian langkah penting telah dilakukan guna menjamin dapat dipertanggung-jawabkannya pembunuhan oleh kontraktor militer swasta, banyak lagi perlu dilakukan, katanya.

Alston mengatakan Departemen Kehakiman AS sejauh ini telah gagal dalam melaksanakan kewajibannya untuk menghukum kontraktor swasta dan yang lain.

“Tugas Departemen Kehakiman lah untuk menghukum kontraktor keamanan swasta yang melakukan pembunuhan yang melanggar hukum, tapi Departemen tersebut nyaris tak berbuat apa-apa,” kata Alston. ( ant/xinhua )

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: