Kelompok Bersenjata Dari Timur Aceh Tewas Di Nagan Raya

Posted on Juli 16, 2008. Filed under: Politik |

 

16 Juli 2008 | 16:17 WIB

Banda Aceh ( Berita ) :  Empat orang komplotan bersenjata dari pesisir timur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), tewas dalam baku tembak dengan aparat kepolisian di Kabupaten Nagan Raya, pesisir barat wilayah itu.

Empat kriminal yang diduga pelarian dari wilayah timur ke pantai barat Aceh itu tewas setelah terlibat baku tembak dengan personil Polres Nagan Raya. Tidak ada korban jiwa dari aparat kepolisan dalam insiden pada Selasa (15/7) itu,” kata AKBP Farid Ahmad Soleh, di Banda Aceh, Rabu [16/07].

Kabid Humas Polda NAD itu menambahkan, polisi juga menyita empat pucuk senjata api jenis AK-56 dan AK-47, 860 butir amunisi dan 10 magazen senjata api serta atribut lainnya pasca baku tembak di komplek pondok pesantren Nahrul Ulum, Desa Babah Krueng, Kecamatan Kuala, Nagan Raya.

Komplotan itu bersembunyi di komplek ponpes tersebut. Sebelum terlibat baku tembak, kita telah melakukan penyelidikan setelah memperoleh informasi masyarakat yang menyebutkan adanya komplotan kriminal bersenjata di ponpes tersebut,” jelasnya.

Lokasi baku tembak itu adalah kawasan pedalaman di Nagan Raya atau sekitar 500 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh, ibukota provinsi berpenduduk sekitar 4,2 juta jiwa tersebut.

Mengutip laporan Polres Nagan Raya, AKBP Farid menyebutkan empat anggota komplotan bersenjata api yang tewas dalam baku tembak selama sekitar satu jam dengan Polri itu antara lain, Riki Ananda (30),  Andi Rasyid (40)  warga dari Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur serta  Fitri Sayuti (28) Kabupaten Bireuen.

Seorang tewas lainnya belum teridentifikasi. Polisi juga berhasil menangkap Saiful Bahri (24), warga Lhoksukon, Aceh Utara. “Saiful tertangkap saat hendak kabur pasca baku tembak,” kata Kabid Humas.

Dari informasi masyarakat menyebutkan komplotan tersebut berada di komplek ponpes itu setelah diantar seseorang dengan menggunakan mobil Toyota Innova dari arah Meulaboh.  “Berat dugaan bahwa komplotan bersenjata itu pelarian dari wilayah timur Aceh, menyusul ketatnya razia kepolisian untuk mencari senjata api illegal di daerah tersebut. Mereka mencoba bersembuyi ke pesisir barat selatan Aceh,” kata Farid Ahmad Soleh.

Akan tetapi, ia menyatakan aparat kepolisian akan terus mengembangkan kasus tersebut.  “Kita berupaya mengungkap kasus itu dengan tertangkap seorang dari komplotan tersebut. Bisa jadi, komplotan bersenjata itu merupakan pelaku kriminal perampokan yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah timur Aceh,” demikian Kabid Humas Polda NAD. ( ant )

 

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: