Jagal Khmer Merah Menjadi Terdakwa Resmi

Posted on Agustus 17, 2008. Filed under: Hak Azasi Manusia |

Tribunal Kamboja resmi mendakwa mantan kepala penjara Khmer Merah dengan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang. Dakwaan itu dikeluarkan lebih dahulu dibanding dakwaan terhadap pemimpin rezim yang diramalkan terjadi akhir tahun ini.

Kang Kek lew, 65 tahun, juga dijuluki “Sahabat Duch”, merupakan mantan kepala penjara Toul Sleng yang terkenal kejam. Di tempat itu ribuan orang disiksa semasa Khmer Merah.

Babak baru 
Pernyataan pengadilan Selasa lalu, berbunyi jaksa mendakwa Duch pada 8 Agustus melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang. Sampai sekarang proses pengadilan tribunal Kamboja berjalan tersendat-sendat. Sebagian disebabkan oleh integritas tribunal yang masih dipertanyakan. Negara-negara donor menghentikan aliran dana karena tribunal dituduh korupsi. Namun dakwaan tersebut menandakan babak baru bagi pengadilan. Khusus untuk kasus ini penyelidikan sudah ditutup, tahap selanjutnya adalah pengadilan. Jadi, sekarang tinggal menanti tanggal resmi pengadilan sesungguhnya, kata jurubicara tribunal Peter Foster.

Duch merupakan tertuduh pertama yang didakwa oleh tribunal. Ia dituduh mengatur penyiksaan dan pembunuhan 16 ribu laki-laki, perempuan dan anak-anak dengan kejam. Ia ditahan pada 1999 dan diserahkan ke tribunal Kamboja tahun lalu. Duch adalah salah satu dari lima petinggi rezim Khmer Merah yang diseret ke pengadilan karena kejahatan di zaman rezim komunis Khmer Merah. Rezim tersebut memerintah dari 1975 hingga 1979 dan bertanggungjawab atas kematian sampai dua juta orang.

The Killing Fields
Dakwaan menegaskan lebih dari 12.380 orang tewas di Toul Seng, atau juga terkenal dengan sebutan S21. Sebagian besar korban tewas karena kondisi penjara tidak manusiawi dan penyiksaan. Ribuan penghuni penjara juga dibawa ke pusat eksekusi Choeng Ek, atau yang lebih dikenal dengan The Killing Fields. Setiap tahanan yang tiba di S21, akan dieksekusi, demikian tertera pada dakwaan. Pernyataan itu juga menyebutkan secara detil kondisi mengerikan penjara Tuol Sleng dan peran Duch dalam kekejaman itu.

Secara pribadi Duch memperlakukan tidak baik tahanan di S21 dan pada waktu yang terpisah juga menyiksa mereka dengan segala cara, demikian tertera dalam dakwaan. “Kepemimpinan dan partisipasinya jelas merupakan faktor yang mendorong kerja S21 secara keseluruhan. Selain itu ia bertujuan pula agar para pegawai S21 juga melakukan kejahatan yang sama. Kejahatan yang terjadi di S21 itu sendiri juga merupakan tindakan luas atau serangan sistematis terhadap penduduk yang ditahan di penjara itu.

Jadi karyawan LSM 
Duch (1942) adalah mantan guru matematika dan merupakan mantan kepala penjara S21. Setelah menyerah tahun 1979, Duch seperti pada awal kebangkitan Khmer Merah, kembali menjadi guru di Cina selama lebih dari 10 tahun. Pada Juli 1997 ia mulai bekerja sebagai karyawan LSM membantu para pengungsi. Sebelum akhirnya jatidirinya terbongkar oleh wartawan pada Mei 1999. Tak lama kemudian ia ditahan pemerintah Kamboja.

Duch terus menerus mengaku bertanggungjawab atas kejahatan di penjara S21. Ia menjelaskan harus buka mulut pada 1999, karena “tidak mungkin untuk tidak menceritakan kebenaran tentang apa yang terjadi di S2.” Apalagi setelah ia dengar Pol Pot menyangkal keberadaan S21 yang menurutnya itu adalah khayalan Vietnam. Duch juga menunjukkan penyesalan mendalam terhadap korban dan keluarga dan juga para stafnya. Ia mengatakan tidak seorang pun di antara stafnya adalah sukarelawan. Atau bahkan bangga dengan apa yang mereka lakukan. Namun mereka melakukannya karena diteror dan takut akan ancaman dalam kehidupannya.

Aktor dan sandera rezim 
Duch mengatakan baru sadar atas kekejaman Khmer Merah sedikit demi sedikit. Dimulai ketika ia melihat rakyat yang diungsikan dan dirampasi hak milik mereka, diikuti rangkaian eksekusi masal. “Saya bergabung dengan Khmer Merah justru untuk membebaskan rakyat bukan untuk melakukan kejahatan. Namun sejak 1971 ketika saya dipaksa mengawasi M-13, saya menjadi aktor sekaligus sandera dari rezim.”

Mantan guru matematika itu juga mengklaim, kendati sempat berupaya ia tidak berhasil melarikan diri dari kedudukannya, baik di zaman kekuasaan Khmer Merah dan setelah kejatuhannya. Sampai saat ini Duch bekerja sama dengan penyelidikan pengadilan, demikian dakwaan itu. Ia tidak pernah melibatkan siapapun dalam kekuasaannya. Ia juga tidak pernah menyalahkan atasannya atau bahkan partainya, dengan maksud membebaskannya dari tuduhan

Sumber : RANESI

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: