Keluarga Amrozi Cs Belum Dapat Izin Berkunjung

Posted on Agustus 20, 2008. Filed under: Hak Azasi Manusia |

20/08/2008 23:58 wib – Daerah Aktual
Semarang, CyberNews. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia (Depkumham) Jateng Bambang Winahyo mengatakan, dirinya belum mengetahui secara persis kenapa yang menjenguk terpidana mati kasus Bom Bali I, Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudra hanya pengacaranya, sedang keluarganya tidak jadi.

Bambang memastikan kunjungan TPM menemui Amrozi dkk, Rabu (20/8), sama sekali tidak ada kaitan dengan sudah isu dekatnya waktu eksekusi ketiga terpidana. Sebab hingga sekarang, kata dia, pihaknya sendiri belum mendapat tembusan kepastian waktu pelaksanaan eksekusi dari kejaksaan.

Sebelumnya, Tim Pembela Muslim sempat mengajukan kunjungan keluarga dan penasehat hukum terpidana ke Depkumham. Total pengunjung yang didaftar mencapai 75 orang. Namun Depkumham mensyaratkan adanya izin prinsip terlebih dahulu. Sampai kini, izin prinsip tersebut belum terbit.

“Karena yang mau mengunjungi Amrozi itu hanya TPM, ya izinnya cukup dari Depkumham. Info yang kami terima, kedatangan pengacara terpidana dari Tim Pembela Muslim itu hanya berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya yuridis. Itu hubungan antara pengacara dengan klien, mereka mau saling berkonsultasi,” ujar Bambang.

Ditertibkan

Meski kepastian waktu dan tempat eksekusi sampai sekarang belum jelas, namun lalu lintas ke Nusakambangan saat ini sudah mulai ditertibkan. “Bagi yang tidak berkepentingan, kami larang mendekat atau memasuki wilayah Nusakambangan,” kata Winahyo.

Beberapa hari terakhir, masyarakat tak bisa lagi lalu lalang dari Cilacap ke Nusakambangan atau sebaliknya. Para pemancing yang biasanya bebas, saat ini sudah dibatasi. Bambang membantah kebijakan itu dalam rangka menyambut rencana eksekusi Amrozi Cs.

“Ini kegiatan biasa. Kami kan mencanangkan bulan tertib, jadi semua ya harus tertib,” terang dia.

Bambang mengungkapkan, Depkumham khawatir jika tidak ditertibkan masyarakat membangun gubuk atau tempat-tempat peristirahatan di sekitar Kampung Laut, dekat Pulau Nusakambangan.

“Nanti gubuk, setelah itu semi permanen, kemudian bisa jadi permanen. Makanya, kami tertibkan sebelum semuanya jadi masalah.”

(Yunantyo Adi /CN09)

* Sumber : Suara Merdeka

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: